Gagal

Dengan ini saya menyampaikan bahwa saya gagal memenuhi tantangan saya sendiri untuk membuat 1 postingan per hari. Dari kondisi ini saya mempelajari banyak hal tentang diri saya, yaitu: Saya sangat mudah kehilangan fokus. Hal-hal baru bisa dengan mudah menarik perhatian saya, hingga saya lupa akan tugas yang saya miliki. Sering kali saya baru teringat bahwa … Continue reading Gagal

Saya dan Jerawat – Dark Age

Jika hidup saya memiliki keywords, "jerawat" sepertinya akan menjadi salah satu kata yang termasuk ke dalamnya. Mengapa? Jadi begini... Tahun 2011-2012 adalah periode yang luar biasa di kehidupan saya. Saat itu, saya telah menyelesaikan pendidikan sarjana di IPB. Sebagai seorang fresh graduate, saya memiliki keinginan untuk mengeksplor potensi diri. Terus terang saya sangat tertarik pada … Continue reading Saya dan Jerawat – Dark Age

Ikrar

Saya adalah manusia yang suka misuh dan nyambat, apalagi ketika merasa disepelekan. Wajar kan ya? Iya saya juga menganggap hal itu wajar... dulu. Enak saja menyepelekan saya, memangnya saya hidup karena duitmu? Memangnya berapa sih NEM kamu waktu SMP sampai bisa menyepelekan saya? Emak saya saja tidak pernah loh menyepelekan saya, kamu ini siapa? Hah? … Continue reading Ikrar

1 Hari 1 Post? Let’s Go!

Halo teman-teman, sudah lama sekali saya tidak ngeblog. Bukan karena sibuk, semata-mata karena saya malas saja. Produktivitas saya sedang santuy sekali setelah memutuskan untuk resign dari perkerjaan saya. Mengapa resign? karena ingin nyantai. Jawaban yang sangat tidak cocok bagi seseorang yang sudah di umur 30 ya? Umur yang seharusnya lagi produktif-produktifnya, semangat-semangatnya mencari pundi-pundi cuan, … Continue reading 1 Hari 1 Post? Let’s Go!

Adil Sejak dalam Pikiran

“Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan” Pramoedya Ananta Toer Mengaca kepada apa yang telah saya alami, dan apa yang terjadi di sekitar saya, 'adil sejak dalam pikiran' nampak seperti mantra tak bertuah. Kosong, tak menarik, hanya tagline semata. Adil sejak dalam pikiran. Adil kepada siapa? Dalam pikiran siapa? Ya.. … Continue reading Adil Sejak dalam Pikiran

Sekar: Bukan Epilog

Aku ini memang kolot, aku masih percaya akan dongeng tentang pangeran tampan berkuda putih yang akan menjemput kekasihnya. Merasa seperti si Putri tak berdaya yang hanya mampu mendendangkan kidung-kidung cinta selama ia menunggu pujaan hati datang untuknya, ia tak punya daya untuk mencari jalan keluar dari kastil Penyihir Jahat untuk sekedar berkata cinta pada Sang Pangeran … Continue reading Sekar: Bukan Epilog