henti

berbekal baik sangka aku berjalan beriring harap diri.

berjalan maju agak berlari, kerahkan kaki demi sebuah angan tak pasti.

terhenti di tengah lari kecil, aku tahu ini bukan bicara hati.

terdiam malu… Tuhan, apakah meragu diri ini pada janji-Mu?

 

nyatanya aku tak sebaik-baik pendengar hati.

 

01:07 06-01-2012

aku mengingat-Mu, saat …

Ingatkah kau akan kemarin malam?
Ketika kau merajuk di hadapan Tuhanmu.. Meminta ini itu.. Meminta ini itu.

Ingatkah kau akan kemarin malam?
Ketika sepi menjadi temanmu, dan Tuhan menjadi pelarianmu.. Menjadi pelarianmu.

Ingatkah kau akan kemarin malam?
Ketika kau terantuk di kemalangan, dan hanya kasih-Nya yang setia menaungimu.. Setia menaungimu.

Ingatkah kau akan kemarin malam?
Ketika tangisanmu memenuhi ruang bicara, dan kau merasa sangat menderita.. Sangat menderita.

Ya, kemarin malam, saat kau tertidur.

Ah mungkin kau tak ingat.

PRANKK!

alam bergurau saat aku menangkapmu dengan mataku.

ia seolah tertawa di belakangku sambil berbisik “bukankah membingungkan?”

 

terimalah ini wahai alam, persembahan dari seorang perempuan yang kebingungan.

maka konspirasi macam apalagi yang kau siapkan?

ah ya.. bukankah ada baiknya ku diam?

agar konspirasimu dapat mengalir dan aku tidak tenggelam di tempat yang salah.

 

jangan tenggelam di tempat yang salah..

akar serabut semi tunggang (bukan postingan biologi)

note yang baru saja gw buat di akun FB gw..

tiba-tiba saja gw ingin membuat sebuah note yang merefleksikan sebuah rasa yang cukup menyedihkan. rasa yang lo rasain saat lo tau kalau lo ga lebih dari pemain cadangan padahal lo udah latihan memeras peluh dan keringat (itu satu makna, win) demi bisa membanggakan sang rerumputan hijau yang bergoyang di tengah lapangan bopeng, ahh sedih. rasa yang lo rasain saat lo tau kalau lo datang telat ke satu resepsi pernikahan dan sialnya si kateringnya sudah bablas dikarungi oleh tetamu lain yang lebih sigap memberangus makanan yang ada, ahh lapar. rasa yang lo rasain saat lo tau kalau lo cuma juara dua di lomba makan kerupuk tingkat kecamatan padahal lo anak juragan kerupuk tingkat provinsi!!!! sial.. yang ini sangat durjana sekali… mau ditaruh dimana muka bapakmu???? Continue reading

i need a doctor

kujambak rambutku. kujambak dengan kuat.
amat kuat, hingga rasa sakit dinetralkan oleh kesakitan itu sendiri.

maka katakan jika aku salah.

ini bukan perihal cinta yang teramat cinta hingga rasa cintanya sendiri terbunuh oleh kesangkingan cintanya si pecinta. oh bukan.
maka beritahu aku jika ada cinta yang sedemikian itu, sia-sia-lah kegiatan mencinta itu.

ini bukan perihal menyakiti diri hingga kau keluar dari golongan manusia-manusia ahli syukur.
aku bukan ahlinya, tapi aku sedang dalam kelas yang kan membuatku -semoga saja- menjadi salah satunya. maka tolong diamini.

ini susah dianalogikan dengan logika.. tapi eh ternyata bisa jadi matematika.

minus dikali minus sama dengan plus.

jambak dikali jambak sama dengan jambak lah terus..!!

terjemah: kepala gw pusing, terus gw jambakin rambut gw. it makes me feel better for a while.. apakah benar kegiatan jambak-menjambaki diri sendiri untuk mengurangi rasa sakit seperi yang gw lakuin sekarang? oh entah…

i need a doctor.. *nelpon Nicholas Saputra* *dokter cinta* EEAAAAA

man.us.ia?

Kamu dan saya sama sama manusia bukan?

Ini saya punya darah warnanya merah. Ini saya punya tulang warnanya putih. Ini saya punya dua mata. Ini saya punya satu mulut. Ini saya punya dua kuping.
Oh iya.. saya juga punya otak, itu juga katanya.. Hmm dan saya percaya saja.
Ini saya, katanya sih saya manusia.
Saya tahu kalau sapi, monyet, anjing, babi, kerbau, rusa pun demikian. Tapi saya manusia, begitu katanya.. Jadi saya percaya saja.

Kamu percaya kamu manusia?

Tapi mengapa kadang kita terasing dari sesama manusia?

Saya bilang ini menyedihkan, mereka bilang ini menggelikan.
Saya bilang itu membahagiakan, mereka bilang itu kebobrokan.
Saya bilang A, mereka bilang B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y, Z.

Ya, kita sesama manusia.

Sekumpulan spesies paling tidak solider sedunia..

*untuk sepakat akan arti adil saja sulit*

SEMOGA ALLOH MENGAMPUNI..

P.O. BOX 24682

Hallo, selamat malam!

Maaf, Apakah aku mengganggumu?
Aku harap tidak.. Hmm

Aku mendadak membuat surat ini, maaf jika warna penaku agak pudar, aku harus segera membeli yang baru.
Aku masih ingat saat pertama kali mengenalmu. Tidak disengaja.. Kala itu senja, kamu menyita pandangan seorang lelaki, temanmu sendiri.
Ya, temanmu itu.. Dia yang mengenalkanku padamu.
Katanya kamu menyenangkan. Sepertinya dia amat menyukaimu. Sampai sampai aku penasaran akan dirimu, aku ingin tahu bidadari macam apa yang bisa membuat dia ‘agak gila’. Ternyata, inilah kamu..

Kini, bagaimana kabar temanmu yang lucu itu?

Apakah dia masih selucu seperti yang kukenal dulu?

Haha.. Maaf, aku menghujanimu dengan banyak pertanyaan.. Aku terlalu penasaran akan dirinya..

Kabar terakhir yang kudengar darinya tidak begitu bagus.

Dia kalah. Telak.

Aku harap dia baik baik saja. Karena aku tahu dia orang baik baik.

Sebenarnya apa yang membuat dia kalah? Bukankah kamu tahu jawabannya?

Dia terlalu alim untuk bermain taktik keji.
Dia terlalu indah untuk menopengi diri.
Dia terlalu bijak untuk menyakiti.
Dia terlalu diam untuk berontak.
Dan..
Dia terlalu masa bodoh untuk mencari tahu bahwa dia pun dicintai.

Kini kamu lihat, dia kalah. Telak.
Berantakan di depanmu, dan kamu menang, selamat!

Terima kasih atas permainannya.

P.S : dia tidak layak untukmu.

sore dan sendiri

saat ini hujan

suara gemericiknya semakin keras dan tegas

aku tertidur tapi tidak lelap

mungkin karena aku sedang sendiri

sendiri menghadapi ketegasan gemericik hujan di sepanjang tidurku

_____

akhir-akhir ini aku seringkali tertegun

karena aku begitu beruntung dikelilingi keindahan demi keindahan

dari seulas senyum tulus hingga sergapan mata yang menghujam jantung

dari canda tak tentu arah hingga keseriusan yang tidak biasa

dari ucapan gamblang yang tak bersaksi hingga kata kata terapit tanda kutip yang ambigu

dari kamu hingga dia

keindahan demi keindahan yang dapat membunuhku pelan pelan jika aku tidak punya pegangan

dan hingga kini aku belum punya

_______

aku ingin ketegasan agar tidak terbunuh pelan pelan.

14:39 Kamis 24/06/2010