mengkomentari komentar

sebenarnya siapa itu pemikir? siapa itu pendobrak? siapa itu perintis? siapa itu manusia yang pintar, berakal, penuh pengetahuan?

 

kamu? aku?

 

bukankah aku dan kamu mendapat tiap predikat itu hanya karena persepsi belaka?

 

lalu terkadang ketika gaya pemikiran sudah teramat luar biasa, maka kita pun dengan mudah menghakimi, berkomentar, aahhhh mestinya begini, mestinya begitu, inilah dunia bro, itulah dirimu bro…

ah ya.. berkomentar demi kesenangan diri. toh sah sah saja bukan?

amat sangat sah, hingga aku pun berani menulis apa yang sedari tadi berkutat di otakku. aku juga mau berkomentar!

kita sama sama manusia yang tugas utamanya belajar, kita sama sama manusia yang hilaf lalu sadar lalu hilaf lagi dan itu sungguh urusanmu dengan Tuhanmu, kita sama sama manusia yang punya perasaan maka jagalah perasaan-perasaan manusia lain yang jumlahnya bermilyar di muka bumi ini, kita sama sama manusia maka aku tak punya hak untuk menghakimimu begitupun kamu, kecuali kamu hakim pegawai negeri dan aku maling ayam yang apes ditangkap warga.

 

ah.. cuma sekedar catatan yang tak perlu kau risaukan, teman.

 

karena sungguh aku sendiri sedang merisaukan diriku yang membuat catatan ini.

 

semoga kita menjadi manusia yang lebih baik lagi di setiap helaan nafas yang baru.

Advertisements

2 thoughts on “mengkomentari komentar

  1. waaa ini Indonesia sekali. Mengomentari komentar. Sampai lupa apa tadi yang dikomentari. Justru komentar itu yang jadi masalah utama sampai mengaburkan apa topik utama awal yang mengundang komentar. #kusyut #komentarception

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s