jalan (monolog malam)

Tuhan, aku tahu begitu banyak jalan yang Kau ciptakan. 

Menanjak, menurun, putar arah, belokan tajam, jalan gang.
Tersusuri walau hati tak ingin.
Sudah di pertengahan lalu ragu menuju penghabisan.
Karena tiap penghujung maka awal baru tergelar.
Tuhan, aku tahu kaki ku kadang manja.
Lumpur kuinjak seperlunya, aspal terlalu panas sentuh kulitku.
 
Tuhan, aku tahu begitu banyak jalan yang Kau ciptakan.
Menanjak, menurun, putar arah, belokan tajam, jalan gang.
Penerang di sisi kanan kiri terlalu temaram untuk membuatku tenang.
Kau ciptakan dan aku jalankan.
Aku jalankan dan aku mematung di pertengahan.
 
Di jalan ini, ku masih mematung.
 
02052012
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s