SD kelas 2: dipukul tmn cwo riGht oN my stoMaCh, sebut sj si peLaku Otong. OtoNg memukuL dgn kepalan tangannya, dr rasa sakit yg ditimbulKan dpt diketahui bahwa OtoNg amat niat utk melakukan KDSS (Kekerasan Di Samping Sekolah). Alasan Otong memukul sy: sy leDekin beliau dgn semenamena.. Emh dr kecil mmg sdh usil.. PisS ToNg! Setelah memukul, Otong meningGalkan sy begitU sj. Kasus dituTup sbLum diungkap krn sy mudah memaAfkan..He ;d bLetakK.. SD Kelas 6: wah wah.. Saat iTu sy mjadi bAgian dr paduan suara kLs 6 uTk aCara plepasan kami sndiri (jUdulny dr kami, oleh kami, uTk kami..Hehe). KebetUlan sy dpt bagian tUk bernyanyi solo. Walhasil.. Saya lupa liriknya ketika tampil. Alhamdulillah kejadian itu mbuat wajah Bpk sy yg kbetULan hadir merah meroNa, beliau malu sptnya.. Ampun pa! Haha SMP Kelas 1: salah naek angkot! Niat hati naek angkot 06 malah naek jurusan Ciampea (saAt itU Trayek angkot Ciampea msh lewat merdeka). Walhasil, sy turun di dkt jembAtan dpn Brajamustika.. Ah ah.. Hayoh jalan nanjak sampe RS Karya Bakti! Untung duit msh nyisa serebu! So, sy msH bs nympe rumah! SMP Kelas 3: Wew.. WaktU itU ank2 kLs 3 Lg ujian pRaktek Mata Pelajaran kesenian, and kami akan ngeJam! Hoh? Yeah.. Maen Band! Smua hrS Megang alat musik kecuali vokalis.. Laiyalah! He.. Nah krn sy bkn vokalis maka sy pun memegang sbuah alat musik yg sgn etnik! Eksotik! Alat musik ini brnama KECREKAN! Ah.. Can u imagine it? Cek..Kecrek.. Kecrek.. Have we doNe yet? Sy malu di sini! Somebody get me ouT froM here! SMA Kelas 2: yg ini pengalaman yg mbanggakan.. Akhirnya! Sy dan teman2 sy tercinta brhasil meraiH juara uTk PemBaCa Puisi terbAik! HmM.. That’s make me pRoud guyS! Thx 4 couNting me in! Xi ipa 2, i love u! Msh byk lg tp trlalu aBstrak tUk diTuliskan. HmM.. Thx 4 all experiences Ya Allah! Hidupku Indah!
3 October 2009
3 August 2009
jujur
Posted by winalifeon under Kata WinaLifeOn | Tags: egois, kejujuran, puisi, sosial |1 Comment
perih sangat
jangan lihat aku seperti itu
aku bukan maling ayam yang harus dipukuli hingga mati
sebenarnya maling ayam tak perlu dipukuli hingga mati
aku bukan koruptor yang seharusnya dihukum mati
ya aku tahu harus ada praduga tak bersalah sebelumnya, tapi jikalau sudah terbukti korupsi ya tunggu apa lagi
tolong jangan pandang aku seperti itu.
aku hanya mencoba tuk jujur!!!
jujur pada diriku sendiri!!
mungkinkah ku egois?
apatis?
tolong, singkirkan pandangan itu.
31 July 2009
catatan setelah sakit
Posted by winalifeon under Kata WinaLifeOn | Tags: ibu, sakit, sehat, syukur |[2] Comments
nulis ape ye?
udah lama ga online. jd bingung… yaudah gw ungkapin aja apa yg ada di otak gw sekarang.
Manusia…
Mengapa tak pernah puas? Mungkin kehausan akan cinta, materi, makanan, persahabatan dan stuff lain yg pastinya bejibun itu ga akan pernah hilang dari diri kita sebagai seorang manusia.
Selalu ingin lagi dan lagi. Jarang bahkan tak pernah mencoba tuk bilang… “alhamdulillah, terima kasih ya Allah.. ini semua sudah cukup untukku…” yeah… sombongkah jika kita berkata “enough!!”?? entah…
-wah bakal berat nih omongannya.. lah kagak kok… itu mah uma pembukaan aja-
Kemarin, gw menyingkir dari segala aktivitas krn sakit.
Ah, terasa sekali bahwa kesehatan itu amat berarti…
Lebih baik bersyukur saat sehat daripada bersabar saat sakit… itu kata pa Ustadz. Yeah memang benar adanya. Terkadang untuk mensyukuri kesehatan yang kita miliki saja amat sulit..
Waktu kepala cekat-cekot dengan dahsyatnya.. pengen rasanya ngejedotin kepala gw ke tembok… ahahaha… sangking sakitnya..
Emosi membumbung tinggi…. ah… tiap ada yg nanya.. gw males bgt jawab… pengen teriak!! Tolong tinggalin gw sendiri!! Jgn banyak tanya badan gw lg sakit, boro2 ngejawab pertanyaan lo… buat ngedengernya aja gw puyeng, ngarti kagak sih lo??? Emh… sadis amat.. tp begitulah..
Ada sms, kadang gw baca, kadang kgk…
Mata siwer… bikin pusing tambah pusing…
Tp alhamdulillah gw punya keluarga yg pengertian.. especially my emak… ah…
Skrg gw makin mengerti mengapa Allah menciptakan syurga tuk ada di telapak kaki seorang ibu. Mereka amat lembut. Makhluk terindah yang pernah ada di dunia..
Hayoh siapa yg mau jd ibu??? Hehe
Mari bersyukur akan kesehatan yg kita miliki!!!
oh iya, makasih jg buat smua yg udah do’ain gw… do’a kalian sgt membantu gw…!! maaf kalo smsnya lama dibalesnya atau bahkan ga gw bales… hehe… -pulsa gw abis euy-
2 June 2009
Dirimu aku tak tahu
tapi mereka menangisimu
dirimu dan teman-temanmu
tangisan yang memuncak pada Mei
satu hal yang ku tahu darimu
kau orang muda yang berjibaku dengan peluru…
30 May 2009
super destruktif
Posted by winalifeon under POEMS | Tags: penjajahan, puisi, sadis |Leave a Comment
Tanah itu mengeras
benih-benih mati
menguap sebelum sempat bumi memeluk
badanku terlipat pasti
nafas seperti permata dalam mimpi para romusha
ah! sial!!!
bawa terus! tarik terus!
aku tak meronta.
tak ada daya.
diam!
tak ada upaya.
Romusha hitam legam dirajai setan kurap!!!
hina, sungguh hina!!!
26 May 2009
STRATEGI SEKOLAH DALAM MEMBEKALI SISWA
Posted by winalifeon under makalah | Tags: makalah, manajemen, sosial |[4] Comments
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan faktor yang menentukkan kecerdasan suatu bangsa, melalui pendidikan manusia akan dibekali ilmu pengetahuan dan pengajara twentang kehidupan yang mencakup banyak hal seperti afektif, psikomotor, dan kognitif. Sebagai salah satu cita- cita nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa maka proses pencerdasan inipun dapat dilakukan melalui jalur pendidikan firmal maupun non formal. Upaya pencerdasan melalui pendidikan non formal dapat diperoleh melaui pengalaman yang sifatnya empiris dan dapat memberikan pengajaran hidup yang bermakna apalagi ada pepatah yang mengatakan “Pengalaman adalah guru terbaik”. Di samping itu, pencerdasan melalui pendidikan formal harus pula dijalankan, apalagi mulai tahun 1984 telah diwajubkan pendidikan 9 tahun untuk setiap masyarakat sehingga pendidikan menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan masyarakat.
Adanya sekolah sebagai sarana untuk mendapat pendidikan formal dirasa penting untuk memberikan mutu pendidikan dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Sekolah sebagai suatu system dalam kehidupan masyarakat memiliki fungsi dan mempengaruhi satu sama laindalam rangka mencap tujuan. Oleh karena itu sekolah harus ditunjang oleh sarana dan prasarana serta SDM ahli yang menunjang proses belajar mengajar guna membekali siswa dalam menghadapi era globalisasi.
Kemajuan teknologi, komunikasi, dan transportasi telah membuat seluruh dunia bagaikan desa global. Jauhnya jarak antar bangsa tak lagi menjadi hambatan karena semuanya dapat diakses dengan mudah. Era globalisasi menuntut setiap bangsa khususnya Indonesia untuk mampu bersaing namun dalam konteks pendidikan harus banyak dibenahi. Manajemen pendidikan di Indonesia masi bersifat birokratis sehingga masalah pendidikan lambat penanganannya ditambah dengan metode pengajaran dan materi pendidikan yang harus tetap dievalusi dan diperbaiki ke arah yang lebih baik.
Globalisasi menuntut adanya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan. Dan untuk melakukan itu semua, diperlukan peranan manajemen sekolah melalui strategi sekolah yang dapat menciptakan sekolah yang bermutu sehingga mamapu membekali siswanya di era global ini. Peningkatan kompetisi, pilihan, dan tuntutan masyarakat mempengaruhi pendidikan saat ini. Pendidikan di Indonesia perlu mendapat pengaturan dan standarisasi untuk memenangkan kompetisi dan peningkatan mutu terus menerus (Syafaruddin, 2002). Oleh karena itu, manajemen sekolah harus mampu mencakup hal yang bisa meningkatkan kreativitas, inovasi, dan modernisasi bagi kemajuan pendidikan.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui:
- Sejarah, visi, dan misi SMK Adi Sanggoro sebagai sekolah kejuruan yang bisa bertahan di tengah banyaknya sekolah kejuruan yang ada
b. Strategi SMK Adi Sanggoro dalam hal manajemen sekolahnya yang mencakup masalah proses belajar mengajar.
- Upaya yang dilakukan SMK Adi Sanggoro dalam membekali siswanya menghadapi era globalisasi.
1.3 Ruang Lingkup
Dalam mendapatkan data yang akan kami gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah mengupas dan menjelaskan bagaimana strategi sekolah dalam membekali siswa menghadapi era globalisasi. Sekolah yang kami pilih adalah sekolah yang memiliki kriteria yang mampu menunjang data yang kami inginkan, terutama sekolah kujuruan karena sekolah kejuruan mampu membekali siswa dalam skill atau keterampilan khusus sehingga siap bekerja, maka kami memilih Sekolah Menengah Kejuruan Adi Sanggoro di Dramaga.
Sekolah Menengah Kejuruan Adi Sanggoro berlokasi di Darmaga Kabupaten Bogor dekat dengan kampus IPB. Sekolah yang berorientasi pendidikan dan pembelajarannya pada survey dan pemetaan ini merupakan sekolah kejuruan yang cukup menarik untuk dijadikan objek dalam pengambilan data. Ruang lingkup yang menjadi pusat perhatian kami adalah dalam hal strategi sekolah untuk mempersiapkan siswanya menghadapi era global yang mencakup penerapan manajemen sekolah yang baik, sarana dan prasarana yang menunjang hingga skill yang mampu diberikan sekolah pada siswanya untuk siap kerja dan mampu bersaing di era globalisasi ini.
II. PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Berdiri Sekolah
Sejak terbentuknya Badan Koordinasi Survey Pemetaan Nasional (BAKSOTURNAL) pada tanggal 17 Oktober 1969 melalui Keppres No. 83 Tahun 1969, bidang survei dan pemetaan berikut otput yang yang produksinya, telah memegang peranan strategis dalam perjuangan pembangunan nasional, berkelanjutan di segala sektor/bidang. Berbagai pihak terkait dan berkepentingan di dalamnya mulai dari dinas atau lembaga atau insatansi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Swasta (investor) maupun Masyarakat (pertanahan)
Pada era otonomi daerah kebutuhan dalam bidang survei dan pemetaan akan semakin meningkat. Bidang survei dan pemetaan. Bidang survei dan pemetaan mencakup berbagai sektor yang terkait dengan pemberdayaan potensi sumber daya alam (SDA). Pembangunan dalam arti fisik, serta sebagai bahan kebijakan dan pedoman dalam proses perperencanaan pengelolaan sumber daya alam (SDA) , pelaku pembangunan membutuhkan informasi yang merujuk kepada PETA ( dalam arti lokasi, batas, luas, isi dan distribusinya) serta SDM yang menguasai ilmu dan teknologi bidang survei atau pengukuran dan Pemetaan www.smkadisanggoro.co.id).
2.1.1 Sejarah SMK Adi Sanggoro
Mengingat bahwa ketersediaan SDM tingkat menengah bidang survei dan pemetaan, baik kualitas maupun kuantitasny dirasakan masih sangat terbatas. YAYASAN ADISANGGORO pada tahun 1996 mulai mendirikan SMK Adi Sanggoro program studi Survei dan Pemetaan (Sumberdaya Alam dan Lingkungan). SMK Adi Sanggoro, tahun 1997 berrdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departement Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Barat No. 678/I02.1/Kep/OT/97. Pada tahun 2000, telah terakreditasi dengan jenjang “Diakui” berdasarkan Surat Keputusan DirekturJenderal Pendidikan Dasar dan menengah Nomor 79/C.C7/Kep./PP/2000.
Melihat prospek dan perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih akhir- akhir ini, maka mulai tahun Ajaran 2003/2004 SMK Adi Sanggoro Mulai membuka program studi baru yaitu program studi Tehnik informatika yang mendapatkan izin prinsip melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Nomor 421.3/3142/Kpts Tanggal 25 Maret 2004. Dengan demikian terdapat dua program studi yang di selenggarakan oleh SMK Adi Sanggoro yaitu Program studi survei dan Pemetaan (sekarang memasuki angkatan ke -9) dan Program Studi Tehnik informatika (sekarang memasuki angkatan ke-3).
2.1.2 Visi dan Misi SMK Adi Sanggoro
:::Visi:::….
Visi pendidikan yang diselenggarakan SMK Adi Sanggoro adalah membentuk Insan Mandiri, Cerdas, Terampil, Profesional, beriman dan bertaqwa.
….:::Misi:::….
Misi pendidikan yang diselenggarakan SMK Adi Sanggoro adalah mencetak tenaga kerja tingkat menengah yang mampu bekerja mandiri, memiliki pengetahuan, menguasai keterampilan dan sikap profesional dalam mengembangkan ilmu dan teknologi bidang survai, Pengukuran dan Pemetaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan serta bidang Teknologi Informatika.
2.2 Sistem Manajemen Sekolah
2.2.1 Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu keterpaduan atau kebulatan yang kompleks atau kombinasi dari berbagai bagian bersifat kompleks atau kesatua yang bulat. Dengan kata lain, suatu sistem merupakan keterpaduan dai berbagai bagian membentuk satu kesatuan. Sehingga, tata kehidupan manusia merupakan suatu sistem karena di dalamnya ada sejumlah komponen yang memiliki fungsi dan mempengaruhi satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan sistem.
Sistem dibagi dua jenis, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Suatu sistem terbuka menukar material dan energi dengan lingkungannya, sedangkan sistem tertutup adalah mengisi sendiri dan tidak dipengaruhi oleh sistem lain atau lingkungannya. Sistem terbuka mempunyai hubungan relasi dengan lingkungannya sedangkan sisitem tertutup tidak mempunyai relasi dengan lingkungannya.
2.2.2 Pengertian Manajemen
Manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses pengkordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terseleksi secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain. Efisiensi mengacu pada memperoleh hasil dengan kemubaziran rendah sedangkan efektif menyelesaikan kegiatan-kegiatan sehingga sasaran organisasi dapat tercapai.
Dalam manajemen, fungsi yang lazim ada empat, yakni merancang, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan. Fungsi-fungsi ini mengarah pada pencapaian tujuan yang telah dinyataka oleh oragnsasi.
2.2.3 Sistem Manajemen Sekolah
Manajemen pendidikan di sekolah merupakan proses aplikasi fungsi manajemen dalam melaksanakan proses pengajarna dan pembelajaran utnuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah, peranan kepala sekolah sebagai manajer dalam menjalankan manajeme pendidikan sangat menetukan pencapaian tujuan dengan dukungan sumber daya personel, materi, finansial, dan lingkungan masyarakat. Sehingga pendidikan merupakan sisitem terbuka bukan hanya sekedar sekolah formal, tetapi juga merupakan sekolah non formal dimana aktivitas di luar sekolah yang diorganisasikan oleh berbagai macam lembaga umum dan swasta.
Sekolah sebagai sosial berfungsi dalam mengintegralkan semua subsistem yaitu tujuan dan nilai organisasi, teknik, psikosiosial, struktural, dan manajerial. Sekolah dalam menyusun tujuannya maupun penggunaan pengetahuan untuk menjalankan tugas sekolah, yaitu pengajaran dan pembelajaran sesuai dengan tuntutan keperluan masyarakat. Kepala sekolah sebagai pimpinanberperan sebagai pemimpin, pendidik, pengawas, dan pendorong bagi guru-guru dalam proses kepemimpinanya.
Untuk menjalankan kegiatan sekolah guna mencapai tujuan yang telah tertera dalam visi misi sekolah, dan pengharapan masyarakat maka sekolah memfungsikan manajemen baik dalam perencanaa, pengorganisasian, maupun pengawasan bagi terjaminnya kelancaran tugas, kinerja tinggi, pelayanan siswa, dan ornag tua secara baik sehingga mengeluarkan lulusan sebagaimana diharpakan masyarkat.
Berbicara masalah sistem sekolah maka tidak akan lepas dengan kurikulum yang diterpakan sekolah. Dengan kurikulum yang tepatlah, sekolah dapat mencapai tujuannya. Pemerintah sudah beberpa kali mengganti kurikulum dengan harapan, output yang dihasilkan lebih baik dan sesuai harapan serta kebutuhan masyarakat. Sejak berdiri taun 1997, SMK Adi Sanggoro telah mengalami tigakali pergantian kurikulum. Saat pertama kali berdiri menggunakan kurikulum 1995, kurikulum 1999, kurikulum berbasisi kompetensi (KBK), dan kurikulum tingkat satu pendidikan (KTSP). Kurikulum KTSP merupakan kelanjutan dan pembenahan dari kurikulum sebelumnya yang memperdayakan keaktifan siswa dalam melakukan proses pembelajaran dan pengajaran.
Pada kurikulum 1999, penilaian dilakukan dengan melihat pada parameter kognitif dan nilai hasil belajar di laprkan dalam sebuah buku laporan dengan satu pelajaran memilik satu nilai yakni aspek kognitif. Pada kurikulum berbsisi kompetensi (KBK), penilaian dilakukan pada tiga aspek, yakni aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Sehingga satu mata pelajaran diperoleh tiga buah nilai yang berbeda. Sedangakan pada kurikulum tingkat satu pendidikan (KTSP), mata pelajaran dibagi menjadi empat jenis program, yaitu normatif, adiptif, produktif dan muatan lokal. Program normatif terdiri dari mata pelajaran pendidikan agama Islam, bahasa Indonesia, pendidikan kewarganegaraan, seni budaya, dan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Untuk program adiptif mata pelajaran yang diberikan berupa, matematika, bahasa Inggris, fisika, kimia, kewirausahaan, keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI), ilmu pengetahuan alam (IPA), dan ilmu pengetahuan sosial (IPS).
Mata ajaran program produktif disesuaikan dengan bidnag keahlian masing-masing. SMK Adi Sanggoro saat ini memiliki dua buah bidang kehalian, pertama bidang keahlian teknologi informasi dan komunikasi dengan program kehalian rekayasa perangkat lunak, dan kedua bidang teknik geodesi dan geomatika dengan bidang keahlian teknik survei dan pemetaan. Untuk program keahlian rekayasa perangkat lunak (RPL), mata pelajaran yang diberikan berupa algoritma dan pemograman, desain dan animasi, dasar-dasar web, PPDSO, microsoft office, jaringan computer, SIG. Sedangkan untuk bidang keahlian teknik survei dan pemetaan, mata pelajaran yang diberikan berupa pekerjaan dasar survai (PDS), menggambar teknik dasar, kartografi, microsoft office, survei potensi, sisitem informasi geografi.
Sedangkan untuk program muatan lokal diajarkan pelajarna berupa bahasa Sunda dan khusus untuk bidang keahlian teknik survei dan pemetaan ditambahkan pendidikan lingkungan hidup.
Selain itu, untuk kurikulum KTSP, hasil laporan KBM sisiwa permata pelajaran tidak hanya satu nilai secara rata-rata tetapi setiap standar kompetensi memiliki nilai yang berbeda dalam satu mata pelajaran. (contoh kartu hasil studi dapat dilihat lampiran).
Tidaklah sama manajemen sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang atau hasil industri dengan manajemen sekolah yang fokus utamanya adalah pembinaan potensi mausiawi. Sehingga sekolah harus lebih berfokus pada jasa pelayanan yang menggunakan hubungan antara manusi. Salah satu bentuk pelayanan pihak sekolah memberikan pemberlajaran yang berkuakitas dan sesuai kebutuhan sisiwa sesuai bidang keahliannya Pemberian mata pelajaran di atas di sesuaikan dengan kurikulum dan petunjuk pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Nasional. Akan tetapi, mata ajaran untuk prograk produktif diberikan oleh sekolah sesuai dengan bidang keahliannya dan kebutuhan di masyarakat. Sehingga tujuan organisasi, menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap pakai di dunia kerja dapat terealisasikan.
Selain proses pembelajaran dan pengajaran yang dilakukan di dalam ruangn kelas, juga dilakukan di praktek di laboratorium dan praktek kerja lapangan (PKL) untuk meningkatkan skill peserta didik. PKL dilakukan selama satu smester pada semester 5 (lima) ke instansi atau perusahaan baik negeri maupun swasta. Tempat PKL sisiwa SMK Adi Sanggoro diantranya BPN Jakarta Barat, Fahutan IPB, PT. Antam, BPT, PT. Jaya Naga Bekasi, BBSDLP Bogor, Telkom Satelit Palapa, Telkom Pusat Bogor, Depertemen LIPI Bogor, LSM Prosea, STPP Pasir Kuda Bogor, LPPM MUI Bogor,dan PT. Adi Sanggoro.
Lulusan dari SMK Adi Sanggoro dengan bidang keahlian teknik survei dan pemetaan berhasil diserap tenaga kerja 80%-90%. Karena kebutuhan tinggi sementara jasa penyedian tenaga kerja yang ahli kurang, sehingga masih cukup potensial untuk dikembangkan. Sementara utntuk bidang keahlian rekayasa perangkat lunak, banyak yang melanjutkan keperguruan tinggi karena saingannya bukan lulusan sesama SMK tetapi lulusan perguruan tinggi. Akan tetapi ada juga yang langsung diserap sebagai tenaga kerja walaupun bukan sebagai programer.
Dengan adanya perpaduan proses belajar dan mengajar di ruang kelas, praktikum di laboratorium, dan pratek kerja lapangan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang potensial dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat bersaing di dunia kerja pada era globalisasi ini.
2.3 Pembekalan Siswa Menghadapi Era Globalisasi
2.3.1 Pendidikan di Tengah Globalisai
Perkembangan teknologi telah mengakibatkan perubaan yang bear dalam kehidupan masyarakat. Perubahn itu hamper mencakup semua aspek kehidupan seperti sosial,politik, ekonomi, budaya bahkan pendidikan. Untuk menjawab tantangan globalisasi ini, semua Negara dituntut untuk memiliki SDM yang berkualitas. Isu globalisasi yang gencar dengan tuntutan implementasi ide-ide demokratisasi, penggunaan IPTEK yang canggih, pemeliharaan lingkungan hidup dan penegakan hak asasi manusia (HAM), hanya mungkin terjawab oleh SDM yang bermutu dan memiliki integritas dan professional. Dengan kata lain, perbaikan mutu menjadi paradigm baru pendidikan kedepan.
Peralihan era industri ke era informasi telah menimbulkan hubungan yang berlawanan. Manajemen pendidikan yang lebih birokratis, lambatnya penanganan persoalan pendidikan , kepimpinan, strutur tugas, komunikasi, kerjasama yang kurang kondusif pada era industri beralih kepada otonomi, kepemimpinan partisipatif, dan mandiri di era informasi.
Di Indonesia, pendidikan saat ini berada dipersimpangan jalan. Disatu sisi, sebagian masyarakat menerima pendidikan tengah dalam era agrari, sebagian lagi di era industry, bahkan ada masyarakat yang langsung masuk ke era informasi. Masyarakat desa dan pinggiran kota yang dililit kemiskinan tentu mengharapkan pendidikan yang murah dan berpihak kepada mereka. Smentara itu, masyarakat kota intens terhadap pendidikan yang mahal dengan alas an peningkatan mutu pendidikan. Persoalan ini mengakibatkan sulitnya membuat kebijakan nasional jika tidak diurus secara professional.
Dalan momentum besrnya tantangan terhadap masa depan di era globalisasi, tampaknya dunia pendidikan kita kurang siap. Berdasarkan laporan Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berkedudukan di Hongkong, diungkapkan bahwa system pendidikan Indonesia adalah yang terburuk di Asia Pendidikan di Indonesia hanya mendapat tingkat 12 dibawah Vietnam, sedangkan ranking pertamanya adalah Korea Selatan. Di tingkat perguruan tinggi, mutu pendidikan masih kalah dibandingkan dengan Thailand, Malaysia, dan Fililpina. Dilihat dari aspek lain, masih banyak peserta didik gagal sekolah, lamanya penyelesaian studi mahasiswa lulusan perguruan tinggi, lamanya memperoleh pekerjaan bahkan menjadi pengangguran, dan rendahnya gaji para lulusan sekolah merupakan indicator lain betapa rendahnya mutu pendidikan kita.
Ada empat faktor yang menghambat peningkatan mutu pendidikan di Indonesia:
- Kompleksitas pengorganisasian pendidikan dasar antara Depdiknas (bertanggung jawab dalam hal materi pendidikan, evaluasi buku teks, dan kelayakan bahan-bahan ajar) dan Depdagri dalam bidang ketenagakerjaan, sumber daya material dan sumber daya lainnya. Disamping itu, Depag bertanggung jawab dalam membina dan mengawasi sekolah-sekolah keagamaan negri maupun swasta. Dualisme ini berakibat fatal karena rancunya pembagian tanggung jawab, dan peranan manajerial, keterlambatan dan terpilahnya system pembiayaan, serta perebutan kewenangan atas guru.
- Praktik manajemen yang sentralistik pada tingkat SLTP. Pembiayaan dan perncanaan oleh pemerintah pusat yang melibatkan banyak departemen. Hal itu menghambat pencapaian tujuan wajib belajar pendidikan dasar.
- Praktik penganggaran yang terpecah dan kaku. Kompleksitas organisasi yang menyiapkan anggaran pembangunan menjadikan rumitnya pengelolaan pendidikan dasar. Akibatnya, hal ini menimbulkan dampak negative, yaitu tidak adanya tanggung jawab yang jelas antar unit, tidak ada evaluasi regular terhadap kebutuhan riil, dan tidak ada jaminan dana yang dialokasikan secara benar dan merata.
- Manajemen sekolah yang tidak efektif. Sebagai pelaku utama, kepala sekolah banyak yang kurang mampu melakukan peningkatan mutu sekolahnya karena tidak dilengkapi dengan kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang baik.
2.3.2 Strategi Implementasi Manajemen Mutu Pendidikan
Hal mendasar yang harus diperhatikan untuk peningkatan mutu pendidikan adalah pengembangan manajemen yang kuat, tim manajemen dalam rencana spesifikasi, penyampaian hasil mutu organisasi, visi dan misi yang jelas, strategi dan tujuan yang jelas, pembiayaan sekolah, pemanfaatan lulusan dan operasional rencana, terutama pengembangan kurikulum secara berkelanjutan.
Menurut Joseph C.Field dalam Syarafuddin (2002), ada sepuluh langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, diantaranya:
- Mempelajari dan memahami manajemen mutu secara menyeluruh.
- Memahami dan mengadopsi jiwa dan filosofi untuk perbaikan terus menerus.
- Menilai jaminan mutu saat ini dan program pengendalian mutu.
- Membangun system mutu terpadu (kebijakan mutu, rencana strategis mutu, implementasi rencana, rencana pelatihan, organisasi dan struktur, prosedur bagi tindakan perbaikan, pendefinisian terhadap nilai tambah tindakan).
- Mempersiapkan orang-orang untuk perubahan, menilai budaya mutu sebagai tujuan untuk mempersiapkan perbaikan, melatih orang-orang untuk bekerja pada suatu kelompok kerja.
- Mempelajari teknik untuk menyerang atau mengatasi akar persoalan (penyebab) dan mengaplikasikan tindakan koreksi dengan menggunakan teknik dan alamat manajemen.
- Memilih dan menetapkan pilot project untuk diaplikasikan.
- Tetapkan prosedur tindakan perbaikan dan sadari akan keberhasilannya.
- Menciptakan komitmen dan strategi yang benar oleh pemimpin yang akan menggunakannya.
- Memelihara jiwa mutu terpadu dalam penyelidikan dan aplikasi pengetahuan yang amat luas.
Untuk mengejar mutu ada tujuh elemen dari manajemen terpadu:
- Strategi yang terpokus pada pelanggan. Berarti kepuasaan pelanggan internal dan eksternal dan respons terhadap tujuan dari dalam, sasaran dan perbaikan dalam peran, tanggung-jawab dan perilaku harus menjadi focus pekerjaan.
- Kepercayaan terhadap orang-orang, baik internal maupun eksternal merupakan sumber daya yang sangat penting. Pemberdayaan oran-orang pada manajemen pribadi merupakan hal yang vital.
- Aktivitasnya yang menunjukan perbaikan terus-menerus merupakan norma yang diharapkan, sehingga status quo merupakan hal yang tabu dalam semua bidang.
- Pengembangan dan pelaksanaan suatu sistem berdasarkan proyek dan proses pengawasan dengan menggunakan alat dan teknik mutu.
- Jaminan mutu yang terus berjalan berdasarkan penilaian kinerja.
- Bersikap positif terhadap koreksi kegagalan, mencakup koreksi yang lebih disukai melalui tindakan preventif yang mendukung, menyesuaikan perubahan dalam organisasi melalui kelompok penyelesaian masalah, dan pengambilan keputusan.
- Pemikiran yang berbeda terhadap segala sesuatu dalam pencarian atau pengejaran kepuasan pelanggan.
Berdasarkan elemen-elemen pokok tersebut, terdapat tujuh prinsip manajemen mutu dalam pendidikan:
- Komitmen manajemen terpadu
- Mutu terpadu pendidikan adalah suatu perubahan budaya organisasi sebagai cara baru bagi kehidupan setiap orang. Hali ini menuntut dewan sekolah dan administrator untuk menggunakan dan mengaplikasikan elemen-elemen dan prinsip manajemen mutu terpadu pendidikan yang pertama.
- Selalu mengutamakan pelanggan
- Pelanggan internal (pelajar, guru dan personel pendukung) harus berusaha mencapai kebutuhan pelanggan eksternal (pegawai-pegawai, institusi pelatihan, dan kontrak sosial).
- Komitmen terhadap tim kerjasama
- Komitmen terhadap manajemen pribadi dan kepemimpinan.
- Komitmen terhadap perbaikan terus-menerus
- Komitmen terhadap kepercayaan kemampuan pribadi dan tim.
- Komitmen untuk meraih mutu.
2.2.3 Strategi Pembekalan Siswa Menghadapi Era Globalisasi
Pendidikan berwawasan global dapat dikaji berdasarkan dua perspektif: Kurikuler dan Reformasi. Berdasarkan perspektif kurikuler, pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga terdidik kelas menengah dan profesional dengan meningkatkan kemampuan individu dalam memahami masyarakatnya dalam kaitan dengan kehidupan masyarakat dunia, dengan ciri-ciri:
- mempelajari budaya, sosial, politik dan ekonomi bangsa lain dengan titik berat memahami adanya saling ketergantungan,
- mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk dipergunakan sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat, dan,
- mengembangkan berbagai kemungkinan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk bekerjasama guna mewujudkan kehidupan masyarakat dunia yang lebih baik.
Oleh karena itu, pendidikan berwawasan global akan menekankan pembahasan materi yang mencakup:
- adanya saling ketergantungan di antara masyarakat dunia,
- adanya perubahan yang akan terus berlangsung dari waktu ke waktu,
- perbedaan kultur di antara masyarakat atau kelompok-kelompok dalam masyarakat
- oleh karena itu perlu adanya upaya untuk saling memahami budaya yang lain,
- adanya kenyataan bahwa kehidupan dunia ini memiliki berbagai keterbatasan antara lain dalam ujud ketersediaan barang-barang kebutuhan yang jarang, dan,
- untuk dapat memenuhi kebutuhan yang jarang tersebut tidak mustahil menimbulkan konflik-konflik.
Berdasarkan perspektif kurikuler ini,pengembangan pendidikan berwawasan global memiliki implikasi ke arah perombakan kurikulum pendidikan. Mata pelajaran dan mata kuliah yang dikembangkan tidak lagi bersifat monolitik melainkan lebih banyak yang bersifat integratif. Dalam arti mata kuliah lebih ditekankan pada kajian yang bersifat multidisipliner, interdisipliner dan transdisipliner.
Berdasarkan perspektif reformasi, pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan peserta didik dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki kehidupan yang bersifat sangat kompetitif dan dengan derajat saling ketergantungan antar bangsa yang amat tinggi. Pendidikan harus mengaitkan proses pendidikan yang berlangsung di sekolah dengan nilai-nilai yang selalu berubah di masyarakat global. Oleh karena itu sekolah harus memiliki orientasi nilai, di mana masyarakat kita harus selalu dikaji dalam kaitannya dengan masyarakat dunia.
Implikasi dari pendidikan berwawasan global menurut perspektif reformasi tidak hanya bersifat perombakan kurikulum, melainkan juga merombak sistem, struktur dan proses pendidikan. Pendidikan dengan kebijakan dasar sebagai kebijakan sosial tidak lagi cocok bagi pendidikan berwawasan global. Pendidikan berwawasan global harus merupakan kombinasi antara kebijakan sosial disatu sisi dan disisi lain sebagai kebijakan yang mendasarkan pada mekanisme pasar. Oleh karena itu, sistem dan struktur pendidikan harus bersifat terbuka, sebagaimana layaknya kegiatan yang memiliki fungsi ekonomis.
Kebijakan pendidikan yang berada di antara kebijakan sosial dan mekanisme pasar, memiliki arti bahwa pendidikan tidak semata ditata dan diatur dengan menggunakan perangkat aturan sebagaimana yang berlaku sekarang ini, serba seragam, rinci dan instruktif. Melainkan, pendidikan juga diatur layaknya suatu Mall, adanya kebebasan pemilik toko untuk menentukan barang apa yang akan dijual, bagaimana akan dijual dan dengan harga berapa barang akan dijual. Pemerintah tidak perlu mengatur segala sesuatunya dengan rinci.
Di samping itu, pendidikan berwawasan global bersifat sistemik organik, dengan ciri-ciri fleksibel-adaptif dan kreatif-demokratis. Bersifat sistemik-organik berarti sekolah merupakan sekumpulan proses yang bersifat interaktif yang tidak dapat dilihat sebagai hitam-putih, melainkan setiap interaksi harus dilihat sebagai satu bagian dari keseluruhan interaksi yang ada.
Fleksibel-Adaptif, berarti pendidikan lebih ditekankan sebagai suatu proses learning dari pada teaching. Peserta didik dirangsang memiliki motivasi untuk mempelajari sesuatu yang harus dipelajari dan continues learning. Tetapi, peserta didik tidak akan dipaksa untuk mempelajari sesuatu yang tidak ingin dipelajari. Materi yang. dipelajari bersifat integrated, materi satu dengan yang lain dikaitkan secara padu dan dalam open-system environment. Pada pendidikan ini karakteristik individu mendapat tempat yang layak.
Kreatif-demokratis, berarti pendidikan senantiasa menekankan pada suatu sikap mental untuk senantiasa menghadirkan sesuatu yang baru dan orisinil. Secara paedogogis, kreativitas dan demokrasi merupakan dua sisi dari mata uang. Tanpa demokrasi tidak akan ada proses kreatif, sebaliknya tanpa proses kreatif demokrasi tidak akan memiliki makna.
Untuk memasuki era globalisasi pendidikan harus bergeser ke arah pendidikan yang berwawasan global. Dari perspektif kurikuler pendidikan berwawasan global berarti menyajikan kurikulum yang bersifat interdisipliner, multidisipliner dan transdisipliner. Berdasarkan perspektif reformasi, pendidikan berwawasan global menuntut kebijakan pendidikan tidak semata sebagai kebijakan sosial, melainkan suatu kebijakan yang berada di antara kebijakan sosial dan kebijakan yang mendasarkan mekanisme pasar. Oleh karena itu, pendidikan harus memiliki kebebasan dan bersifat demokratis, fleksibel dan adaptif (www.google.com/Paradigma Pendidikan Masa Depan).
DAFTAR PUSTAKA
Syafaruddin, 2002. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan. Grasindo: Jakarta
Syafaruddin, 2004. Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan. Grasindo: Jakarta
Robins P Stephen, 2005. Manajemen jilid 2 Edisi Bahasa Indonesia. PT. Indeks Kelompok Gramedia: Jakarta
http://www.smkadisanggoro.co.id/Sejarah/28 Januari 2009 pkl 18.01
http://www.google.com/paradigma pendidikan masa depan/28 Januari 2009/pkl 21.23
25 November 2008
My Heart Is Breaking Now.
Posted by winalifeon under Kata WinaLifeOn | Tags: breakingheart |[8] Comments
Saya baru aja lihat satu blog yang sangat mlecehkan Islam. i couldn’t say anything… my heart was breaking when i read their articles one by one…
why are they hate Islam?
saya ga ngerti…
sumpah,, pengen nangis,,, hati saya kayak dipukul terus dienjek-injek…
i wanna have a meeting with that clueless person.. i just wanna say… thank You for make me prouder as a MOSLEM!!!!
you make me understand that ISLAM is a brave religion that have a lot of coward enemies that only can say the bad silly thing (which, obviously a big lie) about ISLAM.
haduh… kalo ketemu sama yang buat itu web… deu… !#@##$##@##$!!!!!!
perbanyak istigfar win…
8 November 2008
geuningan teh… syekh Puji udah nikah sama neng ulfah…
aih… aih… mani henteu ngondang?!
hehe…
ya… sulit kalo udah begini… disuruh cere’… reybed (baca: ribed) disuruh nerusin… ngelanggar UU perkawinan (baca: begini salah begitu salah)
euuu… puyunghai…
jadi no komen aja deh… (baca: pusing sendiri)
ada yang minat jd istrinya Syekh Puji lagi?
euuuu… yakinkan diri anda… bahwa anda telah hidup di dunia ini selama 16 taon atw lebih… biar ga nyusahin kak seto… dia ampe bulak-balik ke rmhnya si Syekh Puji… mana jauh lagi… kan ongkosnya mahal… (penulis postingan memang agak money oriented… tapi ga matre koq)
kasian si komo dicuekin mulu sm kak seto… (backsound: kekasih yang tak dianggap by Pinkan Mambo…)
ya ALLAH berilah yang terbaik bagi Syekh Puji, Neng Ulfah, Kak Seto, dan si komo… alahhh…
8 November 2008
Assalamu’alaikum… mau berbagi pengalaman nih. Hari Rabu tanggal 29 Oktober yang telah lalu, daku pergi bersama teman-teman KPM 44 lainnya ‘tuk menikmati indahnya masa muda yang penuh dengan keceriaan, kedinamisan dan kebahagiaan… (backsound: Bunga Seroja by Marakarma…)
Bohong ding!!! Emang bener daku pergi bersama-sama teman-teman tapi kalimat “tuk menikmati indahnya masa muda yang penuh dengan keceriaan, kedinamisan dan kebahagiaan…” itu bohong adanya… kami pergi bersama-sama karena satu alasan yakni untuk mengerjakan tugas mata kuliah BMI (baca: Berpikir dan Menulis Ilmiah). Tujuan perjalanan kami hari itu adalah UI …bukan Universitas IPB tapi Universitas Indonesia… (ya.. iyalah…)
Sehabis kuliah kita langsung turun gunung (baca: pergi) ke BNI (baca: Basecamp Nak IPB) buat nyari tumpangan ke stasiun Bogor. Setelah menunggu sekian lama, ternyata dermawan yang dengan sukarela mau mengantarkan rombongan mahasiswa berduit pas-pasan itu tak datang jua. Semua yang dimintai pertolongan menolak permohonan kami mentah-mentah (habis yang dimintain tolong supir angkot sih, ya sama susahnya…). Akhirnya didapatkanlah satu mobil sporty bercat biru dengan striping elegan bertuliskan Angkutan Kota alias AngKot jurusan Kampus Dalam-Bubulak yang dengan baik hati mau menerima permohonan kami, namun dengan syarat satu orang bayar dua ribu dan diantar sampai Bubulak doang… (itu mah sama aje naik angkot ngeteng…) ya tapi apa boleh buat… daripada kesorean sampai UI-nya, akhirnya kami pun berkata “Deal!!!!” kepada sang supir yang siang itu terlihat seperti Tantowi Yahya… adeu… bisa nyanyi lagu kontri atuh?! He…
Keadaan di dalam angkot tidak kalah miris dengan keadaan kantong kami… (curhat colongan…).
Begini denah angkotnya:
Sangat padat ya?! Yaiyalah padat!! Kapasitas angkot yang hanya 12 penumpang, dijejelin makhluk hidup sebanyak 15 jiwa… alias over-capacity. Ya.. demi menghemat 500 rupiah alias gope’ kami pun rela berdesak-desakkan, sampai ada yang membuat formasi zig-zag biar semua bisa duduk walau hanya setengah porsi (baca: duduk prihatin) bayangkanlah! Betapa menyedihkannya… hiks… (sambil tersenyum licik…). Karena Alhamdulillah saya duduk dengan syahdu (baca: di pojokkan, terus mendapat tempat duduk satu porsi pas! tidak kurang tidak lebih). Ketika itu saya merasakan nikmat Tuhan yang amat besar (terkena angin sepoi-sepoi dari jendela… hmmm… lumayan).
Singkat cerita kami sudah sampai di terminal Bubulak. Kami pun diturunkan secara paksa karena memang sudah habis masa kontraknya (baca: sudah sampai tujuan). Tapi ternyata sangat sulit untukku keluar dari angkot itu, berat rasanya untuk meninggalkan angkot yang telah menemani kami selama kurang lebih setengah jam itu… sangat mengharukan bukan?! Sebenarnya ada satu alasan yang tidak bisa dinafikkan sampai-sampai daku sulit tuk keluar dari benda kotak beroda empat itu yakni kakiku KESEMUTAN gara-gara setengah jam tidak gerak-gerak!!! Menyiksa bukan? Bagaimana nasib para pelaku formasi zig-zag ya? Pasti lebih tersiksa… SEMANGAT TEMAN!!! SEMANGATLAH!! Karena sesungguhnya perjalanan kita masih jauh, alias masih harus nyarter angkot sekali lagi buat sampai di stasiun Bogor. It means masih ada waktu selama kurang lebih satu jam buat kalian melakukan formasi yang serupa di angkot yang berbeda… hohoho… selamat berzig-zag ria…!
Tapi ada perubahan posisi, begini denahnya:
Singkat cerita lagi, kami sampai di STASIUN BOGOR!!! Akhirnya tak lama lagi daku dapat merasakan sensasi itu kembali… sensasi berdesak-desakkan lagi!!! Tidaakk! Hehe… Karena kami akan hijrah ke UI naik kereta economy class!!!
Waw… daku sudah tidak sabar lagi merasakan angin sepoi-sepoi (baca: angin ribut ) menerpa wajahku dari jendela kereta. I’m coming UI…! (backsound: Leaving On The Jet Plane versi Justin Timberlake… koq?! Sebenernya backsound yang lebih cocok tu lagunya Didi Kempot yang Stasiun Balapan tapi ya sutralah… (mlengos sambil mencari blangkon…?!)).
Tak lupa sebelum naik kereta kami harus melakukan satu ritual wajib, apakah itu?? Beli karcis?? Benar sih, tapi kurang tepat! Ritual ini harus dilakukan dengan kekhusyukan. Membakar menyan biar selamat sampai tujuan? Bukan… bukan, biar narsis kami tetap menjunjung tinggi kehidupan beragama. Memasukkan handphone dan dompet ke dalam plastik kresek lalu dikalungkan di leher sehabis itu di-sumputin (baca: disembunyikan) ke dalam baju agar terhindar dari copet? Salah… salah, agar terhindar dari copet mah gampang, ada satu tips jitu yakni jangan bawa hp sama dompet kalau jalan-jalan (pasti ampuh!). Ah… langsung saja deh, jawabannya adalah… bergaya di tengah hiruk pikuk untuk difoto, itulah ritual wajib kami. That’s truly us!
Huh… seorang bapak melihat dari kejauhan sambil berkomentar, alah-alah… gayamu itu nak… tak ubahnya selebriti… pergi ke sana ada kamera… pergi ke sini ada kamera… famous sekali rupanya kau ini… tak sabar rasanya diri ini… ingin kujitak palamu… ngalangin jalan tahu!!!
Tak lama kemudian, suara sang operator stasiun terdengar dari pengeras suara (baca: speker) “kepada semua penumpang kereta ekonomi Jabodetabek, kereta ekonomi Jabodetabek akan segera datang di jalur 7”, kami pun terhenyak… karena kami masih ada di jalur 1! Biasa jarang naik kereta jadi buta jalur. Setelah loading beberapa saat (baca: cukup lama) kami pun blingsatan menyebrangi rel. Bapak yang tadi kembali berkomentar, banyak kali tingkahmu ini boy… difoto berjamaah, nyebrang rel berjamaah… bikin pusing orang yang lihat… lekas-lekas tobatlah kau…
Di dalam kereta kami bertemu dengan handay tolan (baca: barudak sanasib sapananggungan) yaitu anak KPM 44 lainnya yang mendapat tugas ke perpustakaan UNJ.
Jadilah gerbong itu ramai bak pasar malam (baca: rame pisan), pedagang tumpah ruah (baca: banyak pedagang asongan), anak-anak kecil tertawa riang (baca: satu geng anak SD baru pulang sekolah, berantem di dalam gerbong), musik melayu mendayu-dayu di sela suasana (baca: banyak pengamen)… luar biasa bukan?
Sampai di stasiun UI… kami pun berpisah dengan kelompok ekspedisi perpustakaan kampus UNJ. Dengan langkah mantap kami menyongsong UI.
Baru beberapa langkah… kami tersadar kalau kami berada di suatu negeri yang asing, kami hilang arah (baca: tidak tahu letak perpustakaan UI) akhirnya nanya deh sama om-om (baca: mahasiswa UI yang mengira kami masih SMA, terbukti kalau kami masih lucu-lucu XP) dia pun memberitahukan letak perpustakaan UI… makasih ya om!
Tidak lama kemudian kami menemukan perpustakaannya. Tapi sayang, hanya tiga orang yang boleh masuk ke perpustakaan UI, yang lain ngapain dong? Ya foto-foto lah…! Masih saja nanya, heran deh. Dari jarak berpuluh-puluh kilometer, bapak komentator kembali berkomentar, sudah bisa kutebak pikiran kau ini boy… tak ada perkembangan yang berarti… hidupmu ini tak jauh dari sorotan kamera… apalah yang kau persembahkan pada amak dan bapak kau selain foto-foto itu? Sadarlah kau boy…
Yup… tak lama berselang, ketiga utusan tadi sudah keluar (dengan selamat… Alhamdulillah) kami pun segera pulang. Tak sabar ingin bersua teman lama (baca: anak IPB). Saat itu suasana kampus IPB sangat kami rindukan (baca: pengen beli teh upet, haus). Menuju perjalanan pulang, daku bertemu dengan teman SMA yang sekarang jadi mahasiswi UI di stasiun UI dekat kampus UI (contoh kalimat tidak efektif). Jadilah dia kami introgasi untuk mendapatkan informasi tentang keadaan kereta pada waktu sore hari. Glek… kenyataannya memang jam segitu kereta sedang penuh-penuhnya. Daku sampai shock melihat ada orang naik-naik sampai ke atap kereta. Yang saya khawatirkan adalah keselamatan penumpang kereta yang ada di dalam gerbong. Bagaimana jika mas-mas yang di atap gerbong itu mengeluarkan gas hasil metabolisme tubuhnya (baca: kentut)? Terus gas itu berdifusi (baca: merembes) lewat atap besi lalu terhirup oleh orang-orang yang ada di bawahnya? Can you imagine it? Itu akan menjadi peristiwa holocaust modern… seperti masa Hitler dong… seram sekali?! Makanya jangan suka naik di atas atap kereta (kata nenek itu berbahaya).
But semua berakhir dengan happy ending. Kami sampai di Bogor dengan selamat sentosa dan tanpa kurang satu apapun kecuali berkurangnya bobot dari dompetku (baca: bokek lagi-bokek lagi). Semua rintangan berhasil kami lewati walau harus berjibaku dengan penat… pergilah kau pekat… seperti berjelaga jika ku sendiri… (baca: udah mulai konslet).
*Ada satu rahasia… sebenernya bapak komentator itu hanyalah sosok imajiner… jadi yang berkomentar itu adalah daku, haha… jangan banyak cakap kau boy… cepat kerjakan laporannya… ingat dikumpulnya tak boleh lewat dari tanggal 10 November!
Ops.. ya udah atuh… sekian NGABUBURIT DI UI bertemu lagi dengan daku di-blog yang sama… Wassalam!
28 August 2008
Banyak pro kontra mengenai rencana pengharaman rokok bagi umat Islam. wacana ini dimunculkan ke permukaan atas usul KOMNAS perlindungan anak.
seperti biasa para perokok akut tidak akan mau mengalah begitu saja… ya karena bagaimanapun merekasudah kecanduan,, dan sulit untuk pulih dari kecanduan mereka akan nikotin…
sebenarnya apa yang melatarbelakangi KOMNAS Perlindungan anak utk mengusulkan rencana ini pada MUI yah?! usut punya usut… ternyata mereka sudah sangat prihatin dengan keadaan pgenerasi muda Indonesia yang dengan mudahnya diperbudak oleh rokok… tidak mengherankan kalu para pelajar sekolah menengah bahkan dasar sudah banyak yang telah mahir menghisap tembakau berbalut kertas tipis ini…
kok bisa? entahlah… enggak akan ketemu jawabannya kalau kita hanya menyalahkan satu pihak saja,,, karena faktanya perkembangan perilaku seorang anak bergantung kepada lingkungan… jadi kalau ada anak SD yang belom bisa ngebedain kanan sama kiri tp sdh bs jajan Djarum Black… itu adalah bentuk dari kegagalan sistemik yang terjadi di masyarakat kita… (btw… kegagalan sistemik apaan?)
sedikit share pengalaman,,, beberapa bulan yg lalu.. waktu mau berangkat ke kampus saya seangkot sama seorang siswa SMP yang berperawakan kurus atw cungkring,, muka polos,,, tinggi badan msh tinggian saya… dengan jumawanya anak yang satu ini merokok di dalam angkot… mungkin dia pikir itu keren,, apalagi rokok yang dia hisap itu djarum black,,, kan keliatannya cool bgt tuw… padahal terus terang,, pas melihat kejadian itu saya ingin tertawa keras2… dan ngasih tau kalo dia sama sekali ga pantes ngisap rokok,,, mendingan ngisap susu bantal gitu biar bobotnya bisa nambah dikit… (karena saya jg banyak minum susu biar ga cungkring2 amat… jd saran itu datang dari pengalaman pribadi…)
lagi pula emang berapa sih uang saku anak SMP? apakah rokok itu teramat mendesak???? klo enak… ini mah pait bikin batuk lg(hasil riset pd org yg pernah mencoba rokok..)… isinya racun doang… tetep aja dibeli…
kalo asepnya ikut ditelen juga sama si perokok… tapi enggak kan? asepnya nyebar kemana2… mengkontaminasi udara yang mau dihirup orang lain… hasilnya org yang ga ngerokok ikt2 kena penyakit paru2… deuh…
bukaknkah setiap org memiliki hak asasi?? dan hak seluruh Manusia utk bs menghirup udara bersih…
klo mau mati cepet sendirian aja… jgn ngajak2… emg arisan?
intinya: saya setuju rokok diharamkan… tp kalo bener sdh keluar fatwa ini… tolong ding agar pemerintah menunjukkan kesungguhannya untuk menyehatkan seluruh manusia Indonesia… tutup pabrik rokok… ganti haluan kek jadi pabrik peuyeum…


